Air buaih
Sakit hati dalam buai
Dalam peluh dan relung
Satu persatu ku ukur dawai
Menyambung menyalur kata lisan
Lisan suara hanya bentuk sobekkan
Serupa pelita dan silet emas
Aku apa
Apa saja yang aku mau
Hanya pencundang
Pelacur
Perusak yang berupa
Milik Devi Rahmawati
Selasa, 15 Desember 2015
Sabtu, 07 Februari 2015
PuisiKu
gelap tapi nampak
karya : Devi Rahmawati Agustin
Kesekian kali kakiku melaju
Beribu kali ku menghitung
Hingga detik yang kesekian
Kau masih tak sadar.
Aku selalu ada dipundakmu
menjaganya agar tak tersentuh'
Biarlah semua menjadi kenangan
kenangan yang nampak
Biarkan aku..
hanya menjadi sebuah yang nampak
tapi tak dirasa.
karya : Devi Rahmawati Agustin
Kesekian kali kakiku melaju
Beribu kali ku menghitung
Hingga detik yang kesekian
Kau masih tak sadar.
Aku selalu ada dipundakmu
menjaganya agar tak tersentuh'
Biarlah semua menjadi kenangan
kenangan yang nampak
Biarkan aku..
hanya menjadi sebuah yang nampak
tapi tak dirasa.
PuisiKu
Fana
karya : Devi Rahamawati Agustin
Mungkin aku tak sempurna
bagimu..
Tapi aku ingin kesempurnaan
Entah dapat atau Tidak sama sekali
Manusiawi?
Selalu ada,
hanya sebuah kata
Untaian sampah yang tercipta
Kita hanya Binatang
Bahkan lebih buruk.
sifat manusia
yang angakara murka
Selalu terselip.
Tebawa aliran jiwa
napas, pikir.
Hanya harmoni jiwa yang jerih
melodi yang kokoh
Yang dapat merubah
Bukan Mahalnya benda
bukan besarnya Gedung
bukan agungnya istana.
Tapi Ketulusan jiwa.
karya : Devi Rahamawati Agustin
Mungkin aku tak sempurna
bagimu..
Tapi aku ingin kesempurnaan
Entah dapat atau Tidak sama sekali
Manusiawi?
Selalu ada,
hanya sebuah kata
Untaian sampah yang tercipta
Kita hanya Binatang
Bahkan lebih buruk.
sifat manusia
yang angakara murka
Selalu terselip.
Tebawa aliran jiwa
napas, pikir.
Hanya harmoni jiwa yang jerih
melodi yang kokoh
Yang dapat merubah
Bukan Mahalnya benda
bukan besarnya Gedung
bukan agungnya istana.
Tapi Ketulusan jiwa.
PuisiKu
Hanya Malam
karya : Devi Rahmawati Agustin
Malam penuh suka cita
Malam yang begitu indah
Tepat tengah malam
Hatiku terbuka,
Tapi malam ini
malam yang penuh lara
Lara yang terurai karna hati
Kecewaku,Sukaku
semua milikku
Air matapun tak bisa mengubah
Setitik air mata,
keluar, mengalir, mengotori hatiku.
Karna cinta aku buta
Karna cinta pula aku ,
bukan aku.!
Kalaupun..
aku tak menangis.
Tangis itu akan menjerit dalam hati
Hati yang rapuh dan begitu Risau.
Langganan:
Komentar (Atom)